Kini serangan jantung bisa ditentukan lebih cepat


Kini serangan jantung bisa ditentukan lebih cepat 
Reporter: Kun Sila Ananda


Rasa nyeri di dada sebelah kiri tentu akan menjadi sinyal buruk bagi siapapun yang pernah memiliki riwayat penyakit jantung. Saat mengalaminya tentu semua akan segera pergi ke rumah sakit. Namun, apa yang terjadi kemudian. Kebanyakan pasien akan diminta menunggu hasil tes untuk menentukan serangan jantung yang memakan waktu berjam-jam dan membutuhkan biaya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Internal Medicine menemukan cara yang lebih cepat untuk mengenali serangan jantung. Tes ini lebih sensitif terhadap zat yang disebut troponins, yang dilepaskan oleh jaringan jantung saat terjadi serangan jantung. Tes ini tentu dapat membantu dokter menentukan apakah pasien terkena serangan jantung atau tidak, hanya dalam waktu satu jam.

Saat ini ahli medis menggunakan troponins untuk memantau berapa banyak kerusakan yang terjadi pada jantung. Kadar troponins pada pasien ini dapat menentukan bagaimana keadaan jantung hingga interval delapan - 12 jam ke depan.

Pemeriksaan troponins yang biasanya dilakukan masih kurang sensitif, sehingga bisa jadi hasil yang didapatkan berubah-ubah. Ini membuat pasien harus tinggal lebih lama di rumah sakit untuk berjaga-jaga. Akibatnya, pasien malah mengalami ketegangan karena terus berada di ruang gawat darurat.

Tes terbaru ini, seperti dijelaskan oleh peneliti dari Swiss, dapat membedakan antara serangan jantung dengan nyeri yang disebabkan oleh hal lain hanya dalam waktu 60 menit.

Caranya, dokter akan mengambil darah saat pasien datang ke rumah sakit. Kemudian mengulangi tes satu jam kemudian. Nilai awal dari uji troponin kemudian dibandingkan dengan nilai tes terakhir. Dokter memperkirakan tingkat perubahan dan data yang diambil dari tes elektrokardiogram, serta sejarah pasien. Setelah itu akan didapatkan data mengenai apakah pasien mengalami serangan jantung atau tidak.

Hingga saat ini telah lebih dari 5 juta orang yang datang ke rumah sakit karena mengalami nyeri pada bagian jantung dan mengeluarkan uang banyak. Namun hanya sekitar 32 persen saja yang terbukti terkena serangan jantung. Tes terbaru ini tak hanya memudahkan dokter tetapi juga membantu pasien menghemat waktu dan biaya.

Meski begitu, ahli jantung memperingatkan bahwa tes ini masih belum siap digunakan secara luas. Masih diperlukan beberapa tes dan percobaan lagi untuk memastikan kinerja tes tersebut.

Dr Christopher Cannon dari Divisi Kardiovaskular Brigham Hospital and Woman di Boston mengatakan bahwa tes ini terdengar menjanjikan. Namun tentu masih perlu diuji dan dibuktikan sebelum digunakan secara luas.
"Ini akan sangat membantu dalam hal efisiensi," kata Cannon, seperti dilansir oleh ABC News (13/08). "Namun tes ini masih perlu divalidasi dan disempurnakan."

0 comments: