MATERI PEMBELAJARAN K3 - Contoh Penerapan Manejemen Resiko di dunia Industri -KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA

MATERI PEMBELAJARAN

Nama Peserta didik      : Reza Saputra
NIM                             : 06121412004
Nama Dosen                : 1. Drs.H.Darlius, M.M, M.Pd
                                      2. Dewi Puspita Sari, S.Pd
Nama Mata Kuliah       : Kesehatan dan keselamatan Kerja
Nomor Kode /SKS       : GPT 23509 / 2SKS
Waktu Pertemuan        : 100 Menit
Pertemuan Ke              : 12
Jurusan/Prodi               : Pendidikan Teknik Mesin (KAMPUS PALEMBANG)
Judul Materi                 : “ Contoh Penerapan Manejemen Resiko di dunia Industri”


ISI MATERI :
Contoh penerapan SMK3 di dunia Industri di perusahaan perusahaan CSI
Perusahaan-perusahaan CSI telah berkomitment penuh untuk meningkatkan kinerja keselamatan kerja dalam perusahaan mereka dan telah mencapai peningkatan yang berarti.Semen adalah salah satu substansi yang paling banyak digunakan di bumi, membuat semen merupakan proses enerji dan intensif dalam sumber daya yang membawa akibat terhadap lingkungan lokal maupun global serta akibat bagi keselamatan &kesehatan.
Persyaratan umum Sistem Manajemen K3
Ruang lingkup yang tepat dari Sistem Manajemen K3 bervariasi tergantung pada perusahaan, negara dan faktor lokal lainnya tetapi secara umum mensyaratkan :
a.       Adanya suatu kebijakan K3
b.      Struktur organisasi untuk menerapkam kebijakan di atas
c.       Program implementasi
d.      Metode untuk mengevaluasi keberhasilan penerapan dan adanya umpan balik
e.       Rencana tindakan perbaikan untuk peningkatan secara berkesinambungan.
Dokumen ILO –OHS 2001 menentukan elemen-elemen ini secara detail. Tergantung pada tiap Perusahaan untuk mengadaptasinya dalam tujuan K3 korporasi yang lebih khusus.
Ø  Contoh Sistem Manajemen K3 yang digunakan di beberapa Perusahaan CSI
Sebagai contoh kebijakan K3 secara umum, terlampir yang dipergunakan oleh perusahaan CSI.
Kebijakan K3 secara berkelompok mensyaratkan semua Manajer setempat untuk :
a.       Mematuhi semua peraturan K3
b.      Menyediakan tempat kerja yang sehat dan aman bagi semua pekerja ( baik
c.       pekerja langsung maupun tidak langsung)
d.      Secara terus menerus meningkatkan praktek K3 industri yang terbaik
Ø  Kebijakan K3 group juga mensyaratkan semua pekerja ( baik langsung maupun tidak langsung) untuk :
     - bekerja dengan cara yang aman & sehat sebagaimana disyaratkan oleh hokum dan diperintahkan oleh Manajemen.
Contoh lain dari kebijakan K3 yang digunakan oleh perusahaan CSI :
Perusahaan menempatkan nilai tertinggi pada jaminan keselamatan & kesehatan bagi karyawan, sub-kontraktor , pihak ketiga, dan pengunjung kami. Sekalipun kinerja kami dibandingkan dengan Perusahaan yang terbaik dalam industri yang sama seperti misalnya industri pertambangan dan industri berat memperlihatkan bahwa kami belum melaksanakan K3 sebaik yang telah mereka terapkan, kami harus tetap meningkatkannya secara signifikan. Tujuan kami adalah untuk mencapai nihil kecelakaan yang menyebabkan kematian atau cacat permanen dan untuk secara substansial mengurangi kecelakaan yang menyebabkan kehilangan jam kerja (losttime injury).
Beberapa elemen sistem Manajemen K3 yang digunakan oleh perusahaan CSI lainnya digambarkan sbb :
a.       Kebijakan Kesehatan & Keselamatan :
Prinsip-prinsip Panduan :
Semua orang yang bekerja di lokasi mempunyai hak untuk mendapatkan lingkungan/kondisi kerja yang aman dan sehat dan mempunyai kewajiban untuk memberikan kontribusi pada kondisi tersebut dengan berperilaku yang bertanggung jawab. Kami melihat K3 sebagai nilai bisnis utama yang diintregasikan pada seluruh kinerja bisnis. Setiap cidera atau kasus sakit akibat hubungan kerja, dapat dihindari dengan sistem kerja , peralatan , substansi, training dan supervisi yang tepat. Manajemen K3 yang efektif mencakup penilaian resiko dari desain lokasi sejak awal - tahap konstruksi, komisioning dan perencanaan secara keseluruhan dari suatu organisasi dan pemeliharaannya. Semua kegiatan operasinal kami harus secara kontinyu meningkatkan kinerja K3.
b.      Peran dan tanggung jawab utama
Setiap Manager di semua jenjang, menjamin kesehatan dan keselamatan untuk orang orang yang ada di tempat kerja di bawah tanggung jawabnya. Manager harus menerapkan kebijakan dan sistem dalam area kontrol dan pengaruhnya Group Executive/Vice President SDM dari Perusahaan bertanggung jawab untuk mengkoordinasi dan mengevaluasi kembali secara keseluruhan kebijakan K3,memberikan rekomendasikan mengenai hal tersebut kepada Komite Eksekutif. Semua karyawan memiliki tanggung jawab untuk kesehatan & keselamatan mereka sendiri dan teman lainnya yang berada dalam lingkup/terpengaruh oleh tindakan mereka.
c.       Proses dan Alat Utama pada tingkat Korporasi
Divisi memiliki suatu sistem Manajemen K3 untuk memastikan adanya peningkatan kinerja secara berkesinambungan. Hal ini didasarkan pada kebijakan K3 yang merefleksikan kebijakan korporasi dalam hal prinsip-prinsipnya, kerangka kerja, tanggung jawab, koordinasi dan pengawasan, kewajiban ini juga mencakup Unit baru yang bergabung dengan Perusahaan. Sumber daya tertentu seperti manusia, keuangan di dedikasikan dan di identifikasikan guna mencapai target.
d.      Analisa Resiko
Proses manajemen dipastikan tersedia untuk menjamin resiko telah di identifikasikansecara baik, terkontrol dalam organisasi, dll.
e.       Audit & Inspeksi Keselamatan
Audit & Inspeksidilaporkan dan digunakan untuk tindakan korektif dan preventif, yang dikelola dengan cara yang sama seperti yang dilakukan saat analisa suatu cidera. Inspeksi dan audit ini dilakukan oleh Manajemen tingkat lini yang dilatih untuk tujuan tersebut, mencakup juga tingkat Management Atas.
f.       Instruksi, peraturan dan prosedur
Instruksi, peraturan dan prosedur dibuat sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara aman, tanpa resiko pada kesehatan, dan sesuai dengan penilaian resiko, akan bersifat :
     - Tertulis
     - Selalu disesuaikan / diperbaharui
     - Sesuai dengan peraturan hokum/regulasi
     - Realistik
     - Diketahui dan dimengerti oleh semua pihak yang terlibat
     - Ditindaklanjuti dan dihargai
g.      Pelatihan & Komunikasi
Pelatihan
Rencana dan program yang sesuai harus dibuat untuk menjamin semua personilmemiliki kompetensi dalam bidang K3, ini mencakup tersedianya pelatihan dan perlunya pengalaman yang sesuai.
Pelatihan Keselamatan meliputi :
    - Pelatihan perilaku selamat dan mengapa K3 merupakan hal yang penting
    - Pelatihan Manajemen K3
    - Pelatihan penilaian resiko
    - Pelatihan mengenai prosedur dan metode
    - Pelatihan penggunaan peralatan kerja
    - Pelatihan guna mendapatkan otorisasi dan lisensi
Ini menyangkut semua personil seperti :
    - karyawan baru dan karyawan tidak tetap
    - staff yang telah ada (penempatan kembali, promosi, transfer, mutasi)
    - Manajemen ( audit, investigasi, tindakan pencegahan, rapat untuk memfasilitasi, dll)
    - kontraktor sesuai keperluan
Semua pelatihan keselamatan terdata, khususnya pada file pribadi secara rutin harus dikaji ulang.
h.      Komunikasi
Komunikasi merupakan suatu faktor penting dari program keselamatan, harus mencakup informasi mengenai program keselamatan khusus setiap lokasi, umpan balik dalam hal kinerja dan tindakan yang diambil, mempelajari hal penting guna mencegah kecelakaan.

Kesimpulan >> Pimpinan di seluruh dunia harus menyadari bahwa sistem keselamatan yang dikelola dengan baik akan memberikan strategi operasional untuk meningkatkan manajemen secara keseluruhan. Setiap tahun organisasi-organisasi utama secara signifikan harus membuktikan  bahwa aplikasi dan tehnik manajemen keselamatan bukan hanya mengurangi cidera dan penyakit namun juga terjadi peningkatan yang dapat terukur dalam hal efisiensi, zzasww21233eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeedddcccccccc         b4445ttttttgggghhbb mmmjjjjjjjj889lll..nnnnnm,.kualitas dan produktifitas. 

0 comments: