MATERI PEMBELAJARAN K3 - MEMAHAMI PELUANG DAN RESIKO -KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA

MATERI PEMBELAJARAN

Nama Peserta didik      : Reza Saputra
NIM                             : 06121412004
Nama Dosen                : 1. Drs.H.Darlius, M.M, M.Pd
                                      2. Dewi Puspita Sari, S.Pd
Nama Mata Kuliah       : Kesehatan dan keselamatan Kerja
Nomor Kode /SKS       : GPT 23509 / 2SKS
Waktu Pertemuan        : 100 Menit
Pertemuan Ke              : 10
Jurusan/Prodi               : Pendidikan Teknik Mesin (KAMPUS PALEMBANG)
Judul Materi                 : “ Peluang dan resiko kecelakaan kerja”


ISI MATERI :


MEMAHAMI PELUANG DAN RESIKO


Pengetahuan tentang Peluang dan resiko adlh sebuah bentuk pemahaman yang harus dimiliki oleh setiap manajemen perusahaan. Pemahaman risk management atau manajemen bahaya memungkinkan manajemen untuk terlibat secara efektif dalam menghadapi setiap resiko-resiko yang akan terjadi pda perusahaan.
Mengenali atau mengidentifikasi suatu bahaya dan mengatasinya adalah suatu tindakan awal dalam pencegahan suatu kecelakaan atau insiden.
Tanda atau peluang terjadinya resiko tersebut dapat berbentuk tindakan (perilaku) atau kondisi (keadaan) yang tidak aman. Tanda-tanda tersebut dapat muncul sekali dan langsung menimbulkan insiden, atau muncul berkali-kali yang tanpa disadari, yang berakhir dengan insiden yang lebih parah.
Fenomena yang sering terjadi pada diri kita (perilaku) atau disekitar kita (kondisi) sering muncul. Baik itu di rumah, ditempat kerja maupun di lingkungan dimana anda berada. Efek dari sering muncul tersebut, acapkali kita tidak lagi menyadari bahwa hal itu adalah bahaya. Dan kita baru sadar setelah kecelakaan itu terjadi.
Salah satu cara dalam mengidentifikasi Peluang & bahaya Resiko adalah dengan mengenali terlebih dahulu :
1.      Diri sendiri, memastikan apakah Diri anda sudah bekerja dengan aman atau tidak.
2.      Orang lain, Pastikan agar orang tersebut bekerja aman bagi dirinya dan tidak terimbas pada diri orang lain akibat perilakunya yang tidak aman.
3.      Peralatan, Pastikan, Adakah peralatan yang anda pakai dan orang lain disekitar anda sudah aman?
4.      Material, Pastikan, Apakah material yang ada disekitar anda aman baik untuk keselamatan anda maupun bagi kesehatan anda dalam beraktivitas. (longsor, lembek, keras, panas, dingin, dll)
5.      Lingkungan, Pastikan, lingkungan sekitar anda bekerja, apakah aman dari lingkungan yang tidak aman seperti : hujan, gelap, badai, terjal, dan pastikan juga bahwa anda tidak mencemari lingkungan anda seperti : menumpahkan oli, membuang benda yang susah hancur, mencemari sumber air, menebang pohon sembarangan, dll.
Setelah kita mengenali beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya bahaya , Berikut merupakan factor yang dapat mempengaruhi peluang terjadinya suau insiden :
1.      Berapa kali situasi terjadinya
Semakin besar frekkuensi paparan semakin besar peluang insiden yang akan terjadi.
2.      Berapa orang yang terpapar
Semakin banyak orang yang terkena, maka semakin banyak juga insiden yang akan    terjadi.
3.      Keterampilan dan pengalaman orang yang terkena
Pelatihan yang sesuai dan kopetensi yang memadai dalam aktivitas dapat mengurangi peluang terjadinya insiden.
4.      Berbagi karakteristik khusus personel yang terlibat

5.      Durasi paparan
Semakin lama seseorang terkena maka semakin tinggi peluang insiden akan terjadi
6.      Pengaruh posisi seseorang terhadap bahaya
Semakin dekat seseorang dengan sumber bahaya maka akan semakin tinggi peluang terkena insiden
7.      Distraksi, tekanan waktu atau kondisi tempat kerja
8.      Jumlah material atau tingkat paparan
9.      Kondisi lingkungan dan kondisi peralatan
10.  Efektifitas pengendalian yang ada

Menentukan Peluang

è Dapat terjadi kapan saja
è Dapat terjadi secara berkala
è Dapat terjadi pada kondisi tertentu
è Dapat terjadi, tapi jarang
è Memungkinkan tidak pernah terjadi

 


Sangat sering
Sering
Sedang
Jarang
Sangat Jarang

Resiko akan timbul dari setiap aktivitas yang di laksanakan. Resiko memiliki level atau tingkatan yang di tentukan oleh hubungan antara nilai hasil identifikasi bahaya dan konsekuensi.

Tingkat-tingkat resiko dan tindak lanjutnmya adalah sebagai berikut:
1.      Resiko Rendah
Tindak Lanjut nya adalah pengendalian tambahan tidak diperlukan. Hal yang perlu diperhatikan adalah jalan keluar yang lebih menghemat biaya atau peningkatan yang tidak memerlukan biaya tambahan besar. Pemantauan di perlukan untuk memastikan bahwa pengendalian dipelihara dan di terapkan dengan baik dan benar.

2.      Resiko Sedang
Tindak Lanjutnya adalah Perlu tindakan untuk mengurangi resiko, tetapi biaya pencegahan yang di perlukan perlu di perhitungkan dengan teliti dan di batasi. Pengukuran dan pengurangan resiko perlu diterapkan dengan baik dan benar
3.      Resiko Tinggi
Tindak Lanjutnya adalah Pekerjaan tidak dilaksanakan sampai resiko telah direduksi. Perlu di pertimbangankan sumber daya yang akan dialokasikan untuk mereduksi resiko. Bilamana resiko ada dalam pelaksanaan pekerjaan, maka tindakan segera dilakukan.
4.      Ekstrim
Tindak Lanjutnya adalah Pekerjaan tidak dilaksanakan atau dilanjutkan sampai resiko telah di reduksi. Jika tidak memungkinkan untuk mereduksi resiko dengan sumber daya yang terbatas, maka pekerjaan tidak dapat dilaksanakan.


Sumber : Suardi, Rudi. 2007. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Argya Putra

KESIMPULAN : “Dalam rangka memberikan perlindungna terhadap keselamatan dan keamaan kerja, pemerintah mengeluarkan peraturan perundang–undangan yang mengharuskan perusahaan untuk memberikan fasilitas yang memadai demi menjamin keamanan kerja serta memberikan jaminan finansial apabila karyawan mengalami kecelakan kerja, dengaan memahami Peluang daan resiko keselamatan kerja maka diharapkan etiap lapisan perusahaan dapat mengidentifikasi atau menghitung sendiri serta menghindari dari yang namanya kejadian-kejaduan yg tidak diinginkan”.


0 comments: