Kemusnahan Ilmu Nuklir, Tibakah Saatnya ?

Meledaknya PLTN Fukushima di Jepang, menimbulkan berbagai wacana orang di dunia. Dampak radiasi yang sangat membahayakan bagi lingkungan alam dan manusia, pasca gempa menjadi alasan utamanya. Musibah yang terjadi di Chernobyl sangat sinkron dengan kecelakaan yang terjadi di Fukushima Jepang beberapa waktu lalu. Jika disimak dari segi kata “kecelakaan”. Meski negara Jepang sudah identik dengan negara maju, dengan teknologinya sudah mendekati sempurna. Namun, pada musibah gempa bumi yang terjadi pada hari Jumat 11 Maret 2011 membuktikan bahwa secanggih apapun teknologi buatan manusia masih ada sisi kelemahannya meski sudah dipersiapkan penanggulangannya jika terjadi masalah nantinya .

Melihat masalah pada reaktor dengan berbahan zat radioaktif di Jepang. Banyak rakyat dari berbagai negara mulai sadar tentang bahaya dari keberadaan PLTN yang ada atau akan ada di lingkungan sekitarnya. Mengingat jika terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh gempa bumi akibat pergerakan lempeng tektonik di bawah tanah. Dampak radiasi yang menimbulkan berbagai macam efek jika dibandingkan dengan bahaya tsunami menjadi pertimbangan tersendiri. Namun, di satu sisi, energi yang dihasilkan untuk membangkitkan energi listrik cukup besar untuk memenuhi kebutuhan listrik pada suatu negara. Mengingat keberadaan sumber energi alam ( non resoucerable ) semakin langka.

Pemikiran kritis rakyat di suatu negara terhadap keberadaan PLTN sudah sampai ke arah sana ( jika error nantinya). Kepastian bahwa suatu saat kelak akan terjadi gempa yang besar itu pasti, dan semoga saja butuh waktu ratusan tahun lagi. Jaminan keamanan saat terjadi gempa pada suatu negara bisa jadi tidak akan dimiliki bagi negara yang memiliki PLTN bersamaan atau pasca gempa terjadi. Jika dilihat dari sisi negative memang pembangunan PLTN memiliki dampak bahaya yang besar. Tetapi, jika dilihat dari sisi positif, PLTN pun juga memberikan dampak yang berguna besar pula. Selain energi yang dihasilkan dapat digunakan menggerakkan generator penghasil listrik untuk kebutuhan masyarkat umum. Lapangan kerja yang diisi oleh ahli – ahli nuklir juga memberikan kesempatan mereka terhadap keahlian yang mereka miliki.

Di dunia ini, jurusan teknik nuklir hampir dimiliki oleh suatu negara. Keberadaaan PLTN yang terlihat memiliki dampak kengerian yang menakutkan, bisa jadi memiliki imbas bagi dosen dan mahasiswa yang sedang mendalami tentang ilmu nuklir. Bagaimana tidak ? Jika suatu pembangunan atau keberadaan PLTN pada suatu negara sudah banyak di complain dan ditolak. Lantas, bagaimana kelanjutan nasib mahasiswa dan orang – orang yang berkecimpung dibidang nuklir. Padahal, membuat bom nuklir bukanlah tujuan mereka menuntut ilmu tersebut. Tujuan yang masuk akal dan menguntungkan bagi mereka cenderung mengarah ke PLTN atau mungkin menjadi PNS yang membidangi bagian nuklir.

Dengan kasus yang terjadi PLTN Fukushima Jepang mungkinkah ini awal dari musnahnya ilmu nuklir, melihat prospek ke depan mulai kurang terdukungnya PLTN oleh rakyat di suatu negara di dunia ini, Indonesia misalnya, sudah bermunculan protes atas rencana pembangunan PLTN. Jika seperti ini, mau di bawa ke mana si nuklir. Masyarakatkah ?

0 comments: