10 Mahasiswa IPK Tertinggi Dapat Penghargaan

Ahmad Fauzan Sazli
Wakil Presiden RI Boediono didampingi Mendikbud Mohammad Nuh memberikan penghargaan kepada mahasiswa peraih IPK tertinggi dari berbagai daerah di Indonesia di Stadion Tennis Indor Senayan Jakarta, Rabu, (13/06). FOTO : AHMAD FAUZAN SAZLI
JAKARTA, KabarKampus – Sepuluh mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia mendapat penghargaan sebagai mahasiswa penerima bantuan Bidik Misi dengan Indek Prestasi sempurna. Penghargaan itu diberikan langsung oleh Wakil Presiden RI Boediono dalam peringatan Puncak Hari Pendidikan Nasional 2012 di Stadion Tennis Indoor, Senayan Jakarta, Rabu, (13/06).
Kesepuluh mahasiswa ini mendapatkan nilai IPK tertinggi yakni 4. Mereka adalah, Yunita Susilowati dari Universitas Sebelas Maret, Ria Rossi dari Universitas Gadjah Mada, Yusuf Bramatya dari Institut Pertanian Bogor, Feri Ferdian dari Universitas Negeri Padang, Qanitah dari Politeknik Negeri Jember, Anja Br Ginting dari Universitas Sumatera Utara, Maryke Anggruni Lungkang, Politeknik Negeri Manado, Norisa Jumala dari Universitas Palangkaraya, Sagitania dari Universitas Pendidikan Indonesia, Saharudin Politeknik Pertanian Negerio Pangkaljene.
“Saya jarang belajar, namun sering membaca diwaktu luang,” kata Qanitah mahasiswa Program Studi Energi Terbarukan Politeknik Negeri Jember menjelaskan kepada KabarKampus bagaimana dia bisa mendapat IPK 4.
Menurutnya, membaca diwaktu luang itu lebih mudah ingat daripada membaca ketika akan ujian. Qanitah mengaku kegiatannya di kampus seperti mahasiswa lainnya yakni mengerjakan tugas, tidak pernah alfa, dan meluangkan waktu untuk membaca.
Ia mengaku sangat senang bisa membawa nama baik kampus. Baginya IPK tinggi bukanlah satu-satunya jalan yang ia tempuh, masih banyak kemampuan lain yang harus dikuasai. “Tapi IPK merupakan bukti tertulis yang diakui,” katanya di Senayan.
Di tempat yang sama mahasiswa Budi Daya Pertanian Universitas Palangkaraya Norisa Jumala mengungkapkan, ia mendapatkan IPK sempurna itu dengan belajar. “Kalau ada artikel menarik sambil cari bahan saya baca, saya juga membaca bahan-bahan untuk membuat tugas. Jadi saya paham apa yang saya kerjakan,” kata Risa.
Bagi Risa, ia tidak memiliki target mendapatkan IPK 4, namun ia berusaha melakukan yang bisa ia kerjakan. “Saya buat waktu saya dari pagi hingga siang adalah kuliah, bersosialisasi dengan teman, dan pada malam harinya belajar,” katanya.
Sepuluh mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa semester 4 atau angkatan 2010 di kampusnya masing masing. Sebelumnya mereka telah diseleksi terlebih dahulu baik oleh kampusnya masing-masing maupun oleh Kemdikbud.[]

0 comments: