Seberapa Pentingkah IPK Tinggi?

Liburan telah usai maka tiba saatnya untuk memulai semester baru. Kegiatan wajib yang harus diawali mahasiswa setelah liburan panjang adalah melihat IPK mereka. Sebagian mahasiswa berpendapat bahwa IPK adalah segala-galanya walaupun harus mendapatkannya dengan cara yang tidak sesuai.Banyak pertanyaan yang bermunculan dan tumbuh di kepala kita jika berbicara tentang IPK. Seberapa pentingkah IPK untuk kita sebagai seorang mahasiswa ?

Dari pertanyaan itu tiba-tiba sebuah pertanyaan membayangi kembali. Sebenarnya tugas seorang mahasiswa apa sih? Apa hanya mengejar sebuah IPK ? IPK memang penting bagi mahasiswa, ada banyak manfaat yang kita peroleh jika memiliki IPK tinggi alias “cum laude”. Diantaranya adalah gampang dapetin beasiswa, membahagiakan orang tua, aman dari ancaman DO dan masih banyak lagi. Tapi apakah IPK tinggi merupakan dasar kita untuk kuliah?

Tentu saja tidak, karena IPK tinggi tidak menjamin seseorang memiliki tingkat pemahaman yang bagus terhadap mata kuliah yang dipelajari sepanjang perkuliahan. Banyak mahasiswa mengagung-agungkan IPK tinggi, namun tidak memiliki pemikiran yang kritis terhadap apa yang harus mereka kejar pada jenjang perkuliahan. IPK tinggi bukan satu-satunya hal yang harus dikejar, namun ilmu itu sendirilah yang harus kita kejar. Bingung kan dengan pernyataan itu. 

Artinya, seorang mahasiswa tidak hanya dituntut untuk pintar dalam teori saja dengan dibuktikan dengan IPK tinggi, namun harus pintar juga dalam mempraktekkannya dalam kehidupan kita. Ilmu yang kita dapat di bangku perkuliahan tidak hanya berujung pada IPK yang tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan tetapi dapat bermanfaat untuk masyarakat di sekitar kita.

Jadi teman-teman mahasiswa jangan terlalu mengejar IPK tinggi. Jangan belajar karena ingin mendapatkan IPK tinggi, atau bahkan terlalu terobsesi dengan IPK tinggi dengan berbagai cara. Slow down ya, kita sebagai mahasiswa memang berkewajiban untuk belajar tapi belajarlah dengan menggunakan hati kita. Mengapa harus memakai hati ?

Banyak mahasiswa di luar sana yang gelap mata dengan IPK. Kadang-kadang kita benci jika IPK kita kecil, atau kita iri kepada teman kita yang memiliki IPK yang tinggi. IPK dapat membuat hubungan pertemanan kita hancur lho. Karena hati kita dibutakan dengan IPK tinggi. 

Kita harus berpikir jernih bahwa belum tentu IPK kita lebih rendah dari teman kita tapi ilmu yang kita dapatkan lebih rendah pula dari mereka. Itu sangat tidak benar. Maka dari itu teman-taman mahasiswa harus belajar dengan hati. Dengan hati kita berpikir luas bahwa ilmu yang kita dapatkan hasil akhirnya hanya IPK, tapi sejauh mana kita memahami ilmu yang kita dapatkan dan mengembangkannya di masyarakat.

Teman-teman mahasiswa jangan berkecil hati jika tidak memiliki IPK “Cum Laude”. Buka lagi wawasan kita, jangan berhenti pada IPK. IPK tinggi memang penting tapi yang terpenting adalah bagaiman kita memaknai diri kita menjadi seorang mahasiswa dapat menyumbangkan hal-hal yang inspiratif dan postif dengan pemikiran-pemikiran kritis.

1 komentar: