Pembaharuan kurikulum SMK ; tujuan Pembaharuan Kurikulum serta PP No.19 tahun 2005

       I.           
DASAR PEMBAHARUAN KURIKULUM
Kurikulum adalah suatu hal yang esensial dalam suatu penyelenggaraan pendidikan. Secara sederhana, kurikulum dapat dimengerti sebagai suatu kumpulan atau daftar pelajaran yang akan diajarkan kepada peserta didik komplit dengan cara pemberian nilai pencapaian belajar di kurun waktu tertentu. Kurikulum harus mampu mengakomodasi kebutuhan peserta didik yang berbeda secara individual, baik ditinjau dari segi waktu maupun kemampuan belajar. Oleh karena itu, merumuskan suatu kurikulum sudah barang tentu bukan perkara gampang. Banyak faktor yang menentukan dalam proses lahirnya sebuah kurikulum.
Pembaharuan kurikulum biasanya dimulai dari perubahan konsepsional yang fundamental yang diikuti oleh perubahan struktural. Pembaharuan dikatakan bersifat sebagian bila hanya terjadi pada komponen tertentu saja misalnya pada tujuan saja, isi saja, metode saja, atau sistem penilaiannya saja. Pembaharuan kurikulum bersifat menyeluruh bila mencakup perubahan semua komponen kurikulum. Perubahan kurikulum menyangkut berbagai faktor, baik orang-orang yang terlibat dalam pendidikan dan faktor-faktor penunjang dalam pelaksanaan pendidikan dalam hal ini adalah pendidikan SMK
    II.            PERMASALAHAN PADA KURIKULUM LAMA
Beberapa permasalahan yang muncul pada kurikulum 2006, yang menuntut adanya pembaharuan kurikulum, yang dimuat pada Bahan Uji Publik Kurikulum 2013, antara lain:
1)      Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak.
2)      Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.
3)      Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan
pengetahuan.
4)      Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum.
5)      Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global.
6)      Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru.
7)      Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (sikap, keterampilan, dan pengetahuan) dan belum tegas menuntut adanya remediasi secara berkala.
8)      Dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.

 III.            ALASAN, DAN TUJUAN PEMBAHARUAN KURIKULUM
Berikut ini, beberapa alasan dan tujuan Pembaharuan kurikulum.
Menurut Sudjana (1993 : 37) pada umumnya perubahan struktural kurikulum menyangkut komponen kurikulum yakni :
a)      Perubahan dalam tujuan
Perubahan ini didasarkan kepada pandangan hidup masyarakat dan falsafah bangsa. Tanpa tujuan yang jelas, tidak akan membawa perubahan yang berarti, dan tidak ada petunjuk ke mana pendidikan diarahkan.
b)      Perubahan isi dan struktur
Perubahan ini meninjau struktur mata pelajaran -mata pelajaran yang diberikan kepada siswa termasuk isi dari setiap mata pelajaran. Perubahan ini dapat menyangkut isi mata pelajaran, aktivitas belajar anak, pengalaman yang harus diberikan kepada anak, juga organisasi atau pendekatan dari mata pelajaran - mata pelajaran tersebut.
c)      Perubahan strategi kurikulum
Perubahan ini menyangkut pelaksanaan kurikulum itu sendiri yang meliputi perubahan teori belajar mengajar, perubahan sistem administrasi, bimbingan dan penyuluhan, perubahan sistem penilaian hasil belajar.
d)     Perubahan sarana kurikulum
Perubahan ini menyangkut ketenagaan baik dari segi kualitas dan kuantititas, juga sarana material berupa perlengkapan sekolah seperti laboraturium, perpustakaan, alat peraga dan lain-lain.
e)      Perubahan dalam sistem evaluasi kurikulum
Perubahan ini menyangkut  metode/cara yang paling tepat untuk mengukur/menilai sejauh mana kurikulum berjalan efektif dan efesien, relevan dan produktivitas terhadap program pembelajaran sebagai suatu system dari kutikulum.
Pada rancangan kurikulum 2013, dirancang konsep yang sangat ideal, yang akan dilaksanakan untuk memperbaharui kurikulum KTSP 2006. Pada pembaharuan kurikulum ini, bersifat pembaharuan total karena hampir semua komponen kurikulum diubah.
 IV.            STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN BERDASARKAN PP NOMOR 19 TAHUN 2005
Pada  hakekatnya  pendidikan  dalam  konteks  pembangunan  nasional mempunyai fungsi: (1) pemersatu bangsa, (2) penyamaan kesempatan, dan (3) pengembangan potensi diri. Pendidikan diharapkan dapat memperkuat keutuhan  bangsa   dalam   Negara   Kesatuan   Republik   Indonesia   (NKRI),   memberi  kesempatan  yang  sama  bagi  setiap  warga  negara  untuk  berpartisipasi  dalam pembangunan, dan memungkinkan setiap warga negara untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal.
Sementara  itu,  Undang-Undang  Republik  Indonesia  Nomor  20  Tahun 2003    tentang    Sistem    Pendidikan    Nasional    merupakan    dasar    hukum penyelenggaraan  dan  reformasi  sistem  pendidikan  nasional.  Undang-undang tersebut memuat visi, misi, fungsi, dan tujuan pendidikan nasional, serta strategi pembangunan   pendidikan   nasional,   untuk   mewujudkan   pendidikan   yang bermutu,  relevan  dengan  kebutuhan  masyarakat,  dan  berdaya  saing  dalam kehidupan global.
Visi  pendidikan  nasional  adalah  mewujudkan  sistem  pendidikan  sebagai pranata  sosial  yang  kuat  dan  berwibawa  untuk  memberdayakan  semua  warga negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu  dan  proaktif  menjawab  tantangan  zaman  yang  selalu  berubah. 
Misi pendidikan  nasional  adalah: 
1)      mengupayakan  perluasan  dan  pemerataan kesempatan   memperoleh   pendidikan   yang   bermutu   bagi   seluruh   rakyat Indonesia;
2)      meningkatkan mutu pendidikan yang memiliki daya saing di tingkat nasional,  regional,  dan  internasional; 
3)      meningkatkan  relevansi  pendidikan dengan   kebutuhan   masyarakat   dan   tantangan   global;  
4)      membantu   dan memfasilitasi  pengembangan  potensi  anak  bangsa  secara  utuh  sejak  usia  dini sampai   akhir   hayat   dalam   rangka   mewujudkan   masyarakat   belajar;     
5)      meningkatkan   kesiapan   masukan   dan   kualitas   proses   pendidikan   untuk mengoptimalkan  pembentukan  kepribadian  yang  bermoral; 
6)      meningkatkan keprofesionalan    dan    akuntabilitas    lembaga    pendidikan    sebagai    pusat pembudayaan  ilmu  pengetahuan,  keterampilan,  pengalaman,  sikap,  dan  nilai berdasarkan standar yang bersifat nasional dan global; dan
7)      mendorong peran serta   masyarakat   dalam   penyelenggaraan   pendidikan   berdasarkan   prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Kesimpulan :   Usaha-usaha pembaharuan kurikulum dilakukan dengan maksud untuk mencari suatu model kurikulum yang tepat untuk mememuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang senatiasa terus berubah dan terus berkembang.
Acuan  dasar  dalam pembentukan maupun pembaharyan kurikulum yangb telah dijabarkan diatas merupakan  standar  nasional  pendidikan yang   dimaksudkan   untuk   memacu   pengelola,   penyelenggara,   dan   satuan pendidikan  agar  dapat  meningkatkan  kinerjanya  dalam  memberikan  layanan pendidikan   yang   bermutu.  
Selain   itu,   standar   nasional   pendidikan   juga dimaksudkan sebagai perangkat untuk mendorong terwujudnya transparansi dan akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan sistem pendidikan nasional.


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

0 comments: