Struktur kurikulum mata pelajaran SMK : Pembagian Alokasi waktu, pengatasan kesulitan siswa dalam pemahaman dan pengulangan materi .Telaah kurikulum Bahan Ajar SMK Pertemuan 7

a.      Pengertian Struktur Kurikulum
Adalah uraian  tent
ang  ciri  khas  kompetensi  utama  lulusan  sebagai  pembedaantara jurusan/program studi/bagian, yang dilihat dari gatra: (1) nilai pembentuk  kehidupan  yang  berkebudayaan,  (2)  keterkaitan komplementer-sinergis di antara kompetensi utama.

b.      Pembagian Alokasi Waktu
Dalam Struktur Kurikulum SMK/MAK meliputi substansi Pembelajaran yang dapat ditempuh dalam satu jenjang Pendidikan selama atau dalam 3 tahun sampai dengan kelas XII atau XIII.Struktur Kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi Lulusan dan standar kompetensi mata Pelajaran

Berikut contoh Tabel tentang Pembagian Alokasi Waktu dari struktur kurikulum SMK/MAK :
KOMPONEN
Alokasi Waktu
Kelas X, XI, dan XII
Jam Pelajaran Perminggu
Durasi/Waktu Jam
A.MATA PELAJARAN
1.Pendidikan Agama
2
192
2.Pendidikan Kewarganegaraan
2
192
3.Bahasa Indonesia
2
192
4.Bahasa Inggris
4
440
5.Matematika
4
440
6.Ilmu Pengetahuan Alam
2
192
7.Ilmu Pengetahuan Sosial
2
192
8.Seni Budaya
2
192
9.Pendidikan Jasmani, dan kesehatan
2
192
10.Kejuruan
10.1 Keterampilan Komputer, dan Pengelolaan Informasi
2
202
10.2 Kewirausahaan
2
192
10.3 Dasar Kompetensi Kejuruan
2
140
10.4 Kompetensi Kejuruan
6
1000
B.MUATAN LOKAL
2
192
C.PENGEMBANGAN DIRI
2
JUMLAH
36
3950
Keterangan :
a)      Alokasi  Waktu Pelajaran Perminggu adalahjumlah jam minimal bagi setiap Program keahlian
b)      Durasi waktu adalah jumlah jam minimal yang digunakanoleh setiap Program Keahlian.Program Keahlian yang memerlukan waktu Lebih, di intregasikan ke dalam kelompok dasar komptensi kejuruan, diluar jam yang dicantumkan Pada Dasar Kompetensi kejuruan
c)      Terdiri dari berbagai mata Pelajaran yang ditentukan sesuai dengan kebutuhan setiap program keahlian.
d)     Jumlah Jam kompetensi kejuruan Pada Dasarnya sesuai dengan kebutuhan standar kompetensi kerja tetapi tidak boleh kurang dari 1000 Jam
e)      Ekuivalen 2 jam Pembelajaran
f)       Beban Belajar dirumuskan Pada bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pelajaran melalui sistem tatap muka, Pengusan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, semua itu dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi Lulusan dengan memperhatikan tingkat Perkembangan Peserta didik.
g)      Kegiatan tatap muka adalah kegiatan Pembelajaran yang berupa Proses interaksi antara Peserta didik dengan guru.Contoh Beban Belajar kegiatan tatap muka Perjam pembelajaran Pada masing-masing satuan Pendidikan ditetapkan Sebagai Berikut.
SATUAN PENDIDIKAN
KELAS
Satu Jam Pem.Tatap Muka (menit)
Jumlah jam Pemb. Perminggu
Minggu Efektif Pertahun ajaran
Waktu Pembelajaran Per tahun
Jumlah Jam Pertahun (@60 menit)
SD/MI/SDLB
I s.d III
35
29-32
34-38
986-1216 Jam Pembelajaran (34510-42560 menit)
575-709
IV s.d VI
35
34
34-38
1156-1292 jam pembelajaran (40460-45220 menit)
675-754
SMP/MTS/SMPLB
VII s.d IX
40
34
34-38
1156-1292 jam pembelajaran (46240-51680 menit)
771-861
SMA/MA/SMALB
X s.d XII
45
38-39
34-38
1292-1482 jam pembelajaran 58140-66690 menit
969-1111,5 1026
SMK/MAK
X s.d XII
45
36
38
1368 jam Pelajaran 61560 menit
(standar minimum)
Jumlah jam Pembelajaran tatap muka Perminggu:
Sedangkan untuk rincian Perhitungan Pembagian Alokasi Waktu/Jam mata Pelajaran Adalah sebagai Berikut :

1 Semester -> 16 Minggu x (2) Jam Pertemuan  =      32 Jam Pembelajaran (1)
                                                                  32 Jam Pembelajaran (2)
                                                                  32 Jam Pembelajaran (3)
                                                                  92 Jam Pembelajaran
                                                                    2 -> (Selama 2 Semester)
                                                               192 Jam Pembelajaran     
c)      Pengulangan materi dan Penuntasan masalah dalam pemahaman materi
Dalam KTSP, terdapat berbagai upaya yang dapat dilakukan sebagai tindak lanjut pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.Hal tersebut antara lain mencakup peningkatan aktivitas dan kreatifitas pembelajaran serta tata cara bagimana mengatasi kesulitan para siswa terutama dalam menguasai suatu materi pembelajaran.
 Dalam proses belajar, semakin sering materi pelajaran diulangi maka semakin ingat dan melekat pelajaran itu dalam diri seseorang. Mengulang besar pengaruhnya dalam belajar, karena dengan adanya pengulangan "bahan yang belum begitu dikuasai serta mudah terlupakan" akan tetap tertanam dalam otak seseorang. Mengulang dapat secara langsung sesudah membaca, tetapi juga bahkan lebih penting adalah mempelajari kembali bahan pelajaran yang sudah dipelajari misalnya dengan membuat ringkasan.

DAFTAR PUSTAKA

Mulyasa, E.2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.Bandung:

Remaja Rosdakarya

0 comments: